KNP MULYONO MENANG TERUS
Jokowi itu bnyak dimusuhin politisi itu bukan krn dia berpolitik, tapi krn dia menang terus.
Knp cm Jokowi yg dipersoalkan klo anaknya jadi walikota, jadi wapres, menantu jd walkot, kemudian gubernur, ditambah kini bungsunya pun didapuk jd ketum partai pdhl ketiganya cm memiliki jejak rekam pendek sbg politisi?
Itu semua gara2 ayahnya memiliki reputasi, jejak rekam, kredibilitas, dan integritas yg baik di mata masyarakat umum. Pembencinya cm rame di medsos & media elektonik.
Semua mantan2 Presiden berpolitik, knp cuma sy yg dipermasalahkan? Begitu mgkn pikir Jokowi.
Karena kamu menang terus, pakde! Mulai dari ngusung diri sendiri jd walikota(2x), gubernur, presiden(2x) gak pernah kalah. Ngendors menantu jd walkot dan Guberrnur serta anak juga menang. Dukung Prabowo yg selalu kalah sblmnya dlm pilpres, akhirnya jg bs menang.
"Lu jago banget", pikir kebanyakan org. "
Bukan, dia curang dia bla bla bla....", buat sebagian dari mrk yg denial sm fakta.
Jadi kita jangan jg nyalahin Jokowi dgn naik kelasnya Bobby & Gibran, apalagi dgn membandingkan keduanya dgn anak-anak mantan Presiden yg lain.
Masalahnya, yg dialami oleh Megawati & SBY misalnya, "citra" orang tuanya tidak cukup kuat utk mengangkat pamor anak2nya. Siapa yg mau mengusung Puan menjadi Gubernur, Walikota, atau Bupati? Kan gak ada. Bisa jadi karena Puannya gak mau atau memang takut kalah krn yg memilih kan rakyat lewat pilkada langsung. Tp klo menurutku, Puannya yg memang gak mau klo level pilkada.
AHY? Pernah kan dicoba diusung jd Cagub DKI di pilkada 2017, dan hasilnya cm dapet 17% suara warga Jakarta.
AHY gak mau nyoba2 bertarung di level walikota atau kabupaten, gengsi mungkin pikirnya. Maunya gub DKI atau langsung jd menteri, spt jalan politik yg diambil oleh Puan.
Sekarang keduanya menteri, prestasi atau terobosan apa yg dilakukan keduanya selaku menteri yg dinget publik? Gak ada. Kementriannya apa aja mesti liat google dulu baru inget.
Jadi klo mrk kemudian diusung koalisi partai utk maju sbg capres & cawapres di 2029, kinerja apa yg bakal dikerek timsesnya utk menaikkan brandingnya?
Sementara Gibran kita tau sama2 melompat menjadi wapres Prabowo - dan menjadikan posisi tsb sbg tempat "magang" dirinya utk belajar mengatasi persoalan2 negeri ini. Gibran beruntung memiliki mentor yg juga ayahnya yg bisa memberikan gambaran utuh mengenai semua permasalahan termasuk segala resistensinya ketika menjabat sebagai wakil presiden, termasuk jg di dlmnya belajar gmn hrs bersikap ketika dihujani hoax & fitnah oleh masyarakat yg terprovokasi gorengan politisi.
Di situ kelebihan Jokowi dibanding SBY dan Megawati karena memiliki rekam jejak yg baik selama 2 periode. Banyak yg protes, tp jauh lebih banyak yg mengakui prestasinya.
Itu sebabnya "legitimasi, reputasi, dan kredibilitas" sosok Jokowi harus dihancurkan. Caranya? Melempar isu2 DFK sebanyak2nya, bikin framing seolah Jokowi adalah sosok yg rakus & tamak jabatan, tidak bisa dipercaya kata2nya, termasuk di dalamnya isu ijazah palsu, pembohong, mencla mencle, belagu, dll yg sayangnya, isu2 tsb justru berkebalikan dgn faktanya.
Itu yg membuat masyarakat kebanyakan justru makin bersimpati.
Gue nulis spt ini pasti dituduh "Kamu termul ya? Dibayar berapa kamu nulis spt ini? Knp fans Jokowi selalu bodoh? Dsb dsb.
Mrk lupa gak semua org mengatakan apa yg dipikirkan selalu harus mendapat imbalan spt diri mrk - yg utk berangkat demo aja mesti nunggu uang transport & konsumsi.
* Gunadi ✍️
Jokowi itu bnyak dimusuhin politisi itu bukan krn dia berpolitik, tapi krn dia menang terus.
Knp cm Jokowi yg dipersoalkan klo anaknya jadi walikota, jadi wapres, menantu jd walkot, kemudian gubernur, ditambah kini bungsunya pun didapuk jd ketum partai pdhl ketiganya cm memiliki jejak rekam pendek sbg politisi?
Itu semua gara2 ayahnya memiliki reputasi, jejak rekam, kredibilitas, dan integritas yg baik di mata masyarakat umum. Pembencinya cm rame di medsos & media elektonik.
Semua mantan2 Presiden berpolitik, knp cuma sy yg dipermasalahkan? Begitu mgkn pikir Jokowi.
Karena kamu menang terus, pakde! Mulai dari ngusung diri sendiri jd walikota(2x), gubernur, presiden(2x) gak pernah kalah. Ngendors menantu jd walkot dan Guberrnur serta anak juga menang. Dukung Prabowo yg selalu kalah sblmnya dlm pilpres, akhirnya jg bs menang.
"Lu jago banget", pikir kebanyakan org. "
Bukan, dia curang dia bla bla bla....", buat sebagian dari mrk yg denial sm fakta.
Jadi kita jangan jg nyalahin Jokowi dgn naik kelasnya Bobby & Gibran, apalagi dgn membandingkan keduanya dgn anak-anak mantan Presiden yg lain.
Masalahnya, yg dialami oleh Megawati & SBY misalnya, "citra" orang tuanya tidak cukup kuat utk mengangkat pamor anak2nya. Siapa yg mau mengusung Puan menjadi Gubernur, Walikota, atau Bupati? Kan gak ada. Bisa jadi karena Puannya gak mau atau memang takut kalah krn yg memilih kan rakyat lewat pilkada langsung. Tp klo menurutku, Puannya yg memang gak mau klo level pilkada.
AHY? Pernah kan dicoba diusung jd Cagub DKI di pilkada 2017, dan hasilnya cm dapet 17% suara warga Jakarta.
AHY gak mau nyoba2 bertarung di level walikota atau kabupaten, gengsi mungkin pikirnya. Maunya gub DKI atau langsung jd menteri, spt jalan politik yg diambil oleh Puan.
Sekarang keduanya menteri, prestasi atau terobosan apa yg dilakukan keduanya selaku menteri yg dinget publik? Gak ada. Kementriannya apa aja mesti liat google dulu baru inget.
Jadi klo mrk kemudian diusung koalisi partai utk maju sbg capres & cawapres di 2029, kinerja apa yg bakal dikerek timsesnya utk menaikkan brandingnya?
Sementara Gibran kita tau sama2 melompat menjadi wapres Prabowo - dan menjadikan posisi tsb sbg tempat "magang" dirinya utk belajar mengatasi persoalan2 negeri ini. Gibran beruntung memiliki mentor yg juga ayahnya yg bisa memberikan gambaran utuh mengenai semua permasalahan termasuk segala resistensinya ketika menjabat sebagai wakil presiden, termasuk jg di dlmnya belajar gmn hrs bersikap ketika dihujani hoax & fitnah oleh masyarakat yg terprovokasi gorengan politisi.
Di situ kelebihan Jokowi dibanding SBY dan Megawati karena memiliki rekam jejak yg baik selama 2 periode. Banyak yg protes, tp jauh lebih banyak yg mengakui prestasinya.
Itu sebabnya "legitimasi, reputasi, dan kredibilitas" sosok Jokowi harus dihancurkan. Caranya? Melempar isu2 DFK sebanyak2nya, bikin framing seolah Jokowi adalah sosok yg rakus & tamak jabatan, tidak bisa dipercaya kata2nya, termasuk di dalamnya isu ijazah palsu, pembohong, mencla mencle, belagu, dll yg sayangnya, isu2 tsb justru berkebalikan dgn faktanya.
Itu yg membuat masyarakat kebanyakan justru makin bersimpati.
Gue nulis spt ini pasti dituduh "Kamu termul ya? Dibayar berapa kamu nulis spt ini? Knp fans Jokowi selalu bodoh? Dsb dsb.
Mrk lupa gak semua org mengatakan apa yg dipikirkan selalu harus mendapat imbalan spt diri mrk - yg utk berangkat demo aja mesti nunggu uang transport & konsumsi.
* Gunadi ✍️



Maret 21, 2026
top
0 Comments:
Posting Komentar