BELAJAR BERTERIMAKASIH
Pertanyaan yang sering dilontarkan para pembenci Jokowi "kamu dibayar berapa?" "Kamu dikasih apa sampai bela Jokowi?". Mungkin buat mereka segala sesuatu itu harus berbayar atau berpamrih dalam bentuk materi.
Saya bela Jokowi, saya dukung Jokowi karena hanya dialah presiden yang mewujudkan apa yang pernah saya mimpikan. Sesuatu yang dulu hanya sebatas mimpi, tapi sekarang jadi kenyataan.
Lahir dan besar di kota Kendari saya paham betul bagaimana perkembangan kota Kendari. Dulu, saya sering berkhayal bagaimana kalau ada jembatan yang menghubungkan dua kecamatan yang dipisahkan lautan. Sebagai catatan, Kota Kendari itu dikelilingi lautan.
Untuk sampai ke seberang lautan, kita harus memutar atau harus naik sampan. Tapi sekarang tinggal butuh waktu 15 menit. Semua itu karena adanya jembatan Teluk Kendari yang pembuatannya dilakukan di jaman Jokowi sebagai presiden.
Walaupun saya lahir dan besar di kota Kendari, saya asli suku Toraja. Sejak tahun 2000 saya sering pulang ke Toraja, tapi harus lewat darat atau lewat laut dengan menggunakan kapal feri. Dan itu butuh satu hari satu malam.
Dan waktu itu saya berkhayal bagaimana kalau di Toraja ada bandara besar yang bisa pesawat yang cukup besar mendarat. Dan hayalan itu kembali terwujud. Semua itu diwujudkan oleh Jokowi. Dia sendirilah yang meresmikan bendara itu, dan diberi nama Bandara Buntu Kuni".
Jadi kalau ditanya kenapa saya dukung Jokowi, kenapa saya bela Jokowi, semua itu karena dia lah orang yang mewujudkan mimpi yang pernah saya impikan, saya hayalkan. Kalau tanya saya di bayar berapa? Silahkan hitung berapa biaya pembuatan Jembatan Teluk Kendari dan Bandara Buntu Kuni', sebanyak itulah "bayaran" saya.
Jadi, intinya disini saya tidak mau jadi orang yang tidak berterima kasih pada seseorang yang telah berbuat baik. Saya yakin, di kota-kota tempat tinggal orang yang membenci Jokowi, pasti ada juga hal yang dibangun Jokowi dan menikmatinya.
Mau berterima kasih atau tidak itu adalah pilihan masing-masing orang. Mau suka atau tidak kepada seseorang itu hak tiap orang. Tapi saran saya, coba diam sejenak dan renungkan, tanya diri sendiri "apakah saya lebih baik dari orang lain? Apakah saya ini sudah patut membenci orang lain?"
Pertanyaan yang sering dilontarkan para pembenci Jokowi "kamu dibayar berapa?" "Kamu dikasih apa sampai bela Jokowi?". Mungkin buat mereka segala sesuatu itu harus berbayar atau berpamrih dalam bentuk materi.
Saya bela Jokowi, saya dukung Jokowi karena hanya dialah presiden yang mewujudkan apa yang pernah saya mimpikan. Sesuatu yang dulu hanya sebatas mimpi, tapi sekarang jadi kenyataan.
Lahir dan besar di kota Kendari saya paham betul bagaimana perkembangan kota Kendari. Dulu, saya sering berkhayal bagaimana kalau ada jembatan yang menghubungkan dua kecamatan yang dipisahkan lautan. Sebagai catatan, Kota Kendari itu dikelilingi lautan.
Untuk sampai ke seberang lautan, kita harus memutar atau harus naik sampan. Tapi sekarang tinggal butuh waktu 15 menit. Semua itu karena adanya jembatan Teluk Kendari yang pembuatannya dilakukan di jaman Jokowi sebagai presiden.
Walaupun saya lahir dan besar di kota Kendari, saya asli suku Toraja. Sejak tahun 2000 saya sering pulang ke Toraja, tapi harus lewat darat atau lewat laut dengan menggunakan kapal feri. Dan itu butuh satu hari satu malam.
Dan waktu itu saya berkhayal bagaimana kalau di Toraja ada bandara besar yang bisa pesawat yang cukup besar mendarat. Dan hayalan itu kembali terwujud. Semua itu diwujudkan oleh Jokowi. Dia sendirilah yang meresmikan bendara itu, dan diberi nama Bandara Buntu Kuni".
Jadi kalau ditanya kenapa saya dukung Jokowi, kenapa saya bela Jokowi, semua itu karena dia lah orang yang mewujudkan mimpi yang pernah saya impikan, saya hayalkan. Kalau tanya saya di bayar berapa? Silahkan hitung berapa biaya pembuatan Jembatan Teluk Kendari dan Bandara Buntu Kuni', sebanyak itulah "bayaran" saya.
Jadi, intinya disini saya tidak mau jadi orang yang tidak berterima kasih pada seseorang yang telah berbuat baik. Saya yakin, di kota-kota tempat tinggal orang yang membenci Jokowi, pasti ada juga hal yang dibangun Jokowi dan menikmatinya.
Mau berterima kasih atau tidak itu adalah pilihan masing-masing orang. Mau suka atau tidak kepada seseorang itu hak tiap orang. Tapi saran saya, coba diam sejenak dan renungkan, tanya diri sendiri "apakah saya lebih baik dari orang lain? Apakah saya ini sudah patut membenci orang lain?"



Maret 21, 2026
top
0 Comments:
Posting Komentar